Tiga Cara Menghitung Harga Jual Rumah Developer

Advertisement
Salah satu kiat dasar sebelum kita membeli atau menjual rumah atau sebuah properti adalah dengan cara menghitung harga jual/beli rumah/properti tersebut. Harga sebuah rumah/properti memang bervariasi dan relatif tidak sama. Harga sebuah rumah/properti bisa bergantung terhadap lokasi atau kondisi fisiknya. Oleh karena itu sebaiknya Anda sudah menghitung harga jual/beli rumah sebelum menjual atau membeli sebuah rumah. Apalagi jika ingin menjual ke developer, haruslah menghitung harga jual sesuai pasar developer.

Hal ini dilakukan agar ketika Anda ingin menjual sebuah rumah, maka kita tidak rugi karena menjual terlalu murah dan tidak sesuai dengan harga yang seharusnya. Begitupun ketika ingin membeli rumah, agar kita membeli rumah tersebut dengan harga pas, bukannya malah tertipu dan membayarnya dengan harga yang lebih tinggi.

Tips Menjual Rumah yang Menguntungkan dan Cepat

Oleh karena itu, hitunglah terlebih dahulu harga jual/beli rumah, agar tidak merugi dan mendapat harga yang sesuai dengan pengembang/developer. Simak pemaparan cara menghitung harga jual rumah developer selanjutnya ini:

1. Sesuai pasaran
Anda bisa menjual rumah/properti yang dimiliki sesuai dengan harga pasaran rumah/properti di sekitar lokasi. Biasanya, sebuah rumah/properti dalam sebuah daerah memiliki harga jual yang hampir seragam. Karenanya, sebaiknya bertanyalah kepada bagian marketing developer daerah rumah tersebut untuk bertanya berapa harga pasarannya.

2. Berdasar biaya dan laba


Dalam dasar ini, Anda bisa menentukan harga rumah/properti selain dengan harga tanah beserta bangunan juga ditambah dengan harga dari investasi yang telah dibangun. Hal ini terjadi karena nilai kenaikan properti biasanya selalu naik berkisar 15-30%. Oleh karenanya bisa ditentukan nilai investasi per tahun dalam kisaran 20%. Sebagai contoh, pada awalnya membeli tanah seharga 100 juta kemudian membangun rumah seharga 50 juta. Total biaya untuk tanah dan bangunan adalah 150 juta, namun bila sudah menghuninya selama 2 tahun, oleh karenanya nilai investasi menjadi 40%. Harga jual pun bisa di hitung dengan rumus harga jual tanah & bangunan + (40% x harga jual tanah & bangunan). Itu berarti 150 juta + (40% x 150 juta) = 210 juta. 210 juta itulah harga rumah/properti berdasar biaya dan laba.

3. Sesuai NJOP dari PBB
Pada surat tagihan PBB (Pajak Bumi dan Bangunan) yang didapat setiap tahunnya, pastilah didalamnya tertera informasi NJOP (Nilai Jual Objek Pajak) untuk tanah dan bangunan milik. Harga yang tertera tersebut, bisa dijadikan sebagai harga jual minimum rumah/properti Anda. Tetapi perlu diingat, jika minimum berarti bias saja merugi karena biasanya, para penjual menjual rumah dari 2 hingga 3 kali nilai harga yang tertera di NJOP.

Itulah cara menghitung harga jual rumah developer. Harapannya dapat menambah wawasan kita dalam menjual rumah/properti. Tentu, jangan sampai salah menentukan harga jual rumah/properti sehingga tidak mengalami kerugian.