Cara Menghitung Bahan Bangunan Rumah Tinggal Secara Tepat

Advertisement
Dalam membangun sebuah rumah tempat tinggal umumnya membutuhkan beberapa tahap atau proses yang harus dilakukan baik, oleh pemilik bangunan maupun para pekerja bangunan. Biasanya di tahap awal, pemilik harus menyiapkan dana atau budget untuk bisa membangun rumah tempat tinggal lalu mencatat dan menghitung keperluan apa saja yang dalam proses membangun rumah tersebut.


Kadangkala orang sering melakukan kesalahan dalam mencatat dan menghitung berbagai kebutuhan bahan bangunan dalam membangun sebuah rumah yang bisa membuat dana habis sebelum selesai pembangunan atau juga terjadi kemubaziran dalam pembelian bahan bangunannya. Lalu bagaimana kita bisa menghitung bahan bangunan secara tepat? Untuk menjawabnya, berikut cara menghitung bahan bangunan rumah tinggal secara tepat;

1.    Survey tipe dan jenis rumah
Jika ingin membangun rumah tempat tinggal, biasanya orang telah mendapatkan gambaran tentang rumah tempat tinggal yang diinginkan yang disesuaikan dana atau budget yang ada tentunya. Ada jenis rumah tipe 36 yang sederhana dengan satu lantai, jenis rumah menengah 2 lantai dengan tipe 36 atau 72, jenis rumah mewah 2 lantai dengan tipe 92, dan lain sebagainya. Anda bisa survey hal ini melalui media internet atau konsultasi dengan kontraktor.
    
2.    Mencatat semua kebutuhan bahan bangunan rumah secara jelas dan detail
Bila sudah menentukan jenis apa dan tipe berapa serta bagaimana rumah yang ingin dibangun, maka langkah selanjutnya adalah mencatat keseluruhan kebutuhan dalam membangun rumah tersebut, mulai dari bahan bangunan hingga para tukang yang akan dipekerjakan nantinya. Sebagai contoh;
Dalam membangun sebuah rumah menengah 2 lantai tipe 36 dan minimalis, keperluan bahan bangunannya adalah sebagai berikut; 
-    Dinding rumah: Hebel atau batako atau bata merah
-    Pondasi : Cakar ayam
-    Stuktur/tiang : Besi beton kombinasi 6/8/10/13mm
-    Daun pintu/kusen : Kayu kamper/alumunium
-    Electrikal/pelistrikan : Kabel Eterna atau Panasonic amateur
-    Keramik/lantai : Granit uk.60×60 ex. Granit china KIA
-    Saniter : ex. Toto Standart
-    Plafon : Rangka Holo atau A-Plus 9mm
-    Cat Interior/exterior : ex. Mowilex, Nippon paint dsb
-    Genteng : ex. M-Class, KIA dsb
-    Atap : kontruksi baja ringan plus almunium foilnya
-    Paku, benang dan lain sebagainya.
  
3.    Menghitung biaya masing-masing bahan bangunan lalu menjumlahkan keseluruhannya   
-    Bila kita sudah membuat daftar bahan bangunan rumah secara rinci dan detail, maka kita akan bisa menghitung biaya bahan bangunan baik secara masing-masing atau keseluruhannya. Dalam menghitung biaya bahan bangunan ini, ada baiknya kita mensurvei harga satuan dari masing-masing bahan bangunan tersebut, bisa melalui internet atau datang langsung ke toko bahan bangunan. Secara umum dan kasarnya, biaya bangun rumah menengah 2 lantai rata-rata mencapai -+ Rp 4.500.000,- per meternya.

Demikian tips tentang cara menghitung bahan bangunan rumah tinggal secara tepat pada artikel ini. Bila ingin mengetahui kisaran pengeluaran yang lebih akurat maka berdiskusilah dengan tukang yang akan Anda rekrut!