Begini Cara Balik Nama Sertifikat Rumah Hibah

Advertisement
Perlu diakui bahwa memang sebagian orang yang ada di Indonesia belum memahammi secara benar tentang cara-cara dalam melakukan kepengurusan sertifikat tanah dan rumah, terutama dalam kasus tanah dan rumah hibah atau warisan. Bila kita mendapat sebuah rumah hibah atau warisan dari orangtua tetapi dalam sertifikat rumah yang dihibah tersebut bukan atas nama orangtua melainkan atas nama orang lain (penjual) atau pemilik rumah sebelumnya.


Ya, meskipun akta surat jual beli rumah tersebut sudah ditandatangani orang tua sekalipun, kemungkinan tetap bisa menyulitkan kita yang sebagai ahli warisnya untuk ke depannya nanti. Untuk itulah, perlu dilakukan proses balik nama sertifikat rumah tersebut demi keamanan dan kenyamanan bersama. Adapun cara balik nama sertifikat rumah hibah adalah sebagai berikut;

1.       Membuat surat keterangan ahli waris

Berdasarkan peraturan kepala badan petanahan nasional tahun 2010, salah satu prosedur yang harus dilakukan dalam proses balik nama sertifikat tanah adalah membuat surat keterangan ahli waris terlebih dahulu. Jadi, kita sebagai pemohon harus membuat surat keterangan ahli waris yang mana isinya menerangkan bahwa diri kita adalah ahli waris dari orangtua yang memiliki rumah. Dan tentunya harus disaksikan oleh orang saksi dan seorang kepala desa tempat tinggal sang pewaris dalam proses pembuatan surat keterangan waris tersebut. 

2.       Melengkapi persyaratan yang ada dan berlaku

Bila surat keterangan ahli waris sidah dibuat dan disahkan, maka langkah selanjutnya adalah melengkapi persyaratannya. Berdasarkan peraturan dari badan pertanahan nasional, syarat-syarat dalam melakukan balik nama sertifikat rumah adalah sebagai berikut;

  • Mengisi formulir secara lengkap dan benar, yang umumnya berisi tentang identitas diri, kondisi rumah (luas, letak, dan penggunaannya), pernyataan tentang rumah tidak dalam sengketa dan rumah memang dimiliki secara fisik.
  • Fotocopy identitas ahli waris atau pemohon
  • Sertifikat rumah asli
  • Surat keterangan ahli waris
  • Akte waris notaris
  • Fotocopy SPPT PBB tahun yang sedang berjalan
  • Menyerahkan SSB (BPHTB) sebagai bukti oleh petugas.
3.       Menyiapkan biaya kepengurusan sertifikat    

Setelah petugas sudah melakukan pengecekan dan sudah menyetujui (biasanya memakan waktu sekitar 5 hari atau seminggu), maka kita akan diminta biaya administrasi kepengurusannnya. Besaran biaya administrasi ini tergantung dari kantor pertanahan daerah masing-masing dan harga jual rumah (NJOP).

Itulah cara-cara balik nama sertifikat rumah hibah yang dapat kami informasikan melalui artikel kali ini. Semoga memberikan penjelasan yang bermanfaat!